ABU ABID PRIBADI BLOG ABU ABID PRIBADI BLOG ABU ABID PRIBADI BLOG ABU ABID PRIBADI BLOG

ABU ABID PRIBADI BLOG
ABU ABID PRIBADI BLOG

 

Thursday, April 10, 2008
AQIDAH IMAM Asy-Syafi’i SEPUTAR SAHABAT
Imam Asy-Syafi’i berkata," Allah telah memuji para sahabat Rasulullah r di dalam Al-Qur’an, taurat dan injil. Keutamaan mereka telah disampaikan oleh Rasulullah, sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang selain mereka. Maka AllahY menyayangi mereka dan menempatkan mereka setinggi-tinggi derajat, yaitu derajat orang-orang yang jujur, syuhada’ dan orang-orang yang shalih.


Merekalah yang menyampaiakn kepada kita sunnah-sunnah Rasulullah r dan menyaksikan wahyu diturunkan kepada Rasulullah. Mereka mengerti apa yang dikehendaki oleh Rasulullah r baik secara umum dan khusus. Mereka mengetahui semuanya yang tidak kita ketahui. Mereka berada di atas kita dalam bidang ijtihad, pengetahuan, wara’, dan lainnya. pemikiran mereka lebih terpuji dan lebih utama untuk kita dari pemikiran yang datang berikutnya. Jika seorang di antara mereka menyatakan pendapatnya dan tidak ada seorangpun yang menyalahkannya, maka kitapun harus mengambil pendapat tersebut".


Setiap sahabat memiliki kelebihan tersendiri, tapi yang paling utama secara berurutan adalah Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali Radiyallahu Anhum. Imam Asy-Syafi’i menyebutkan,"Semua ulama sepakat tentang ini, yang diperselisihkan hanya mana yang lebih utama Utsman atau Ali". Beliau juga berkata," Kita tidak menyalahkan salah seorang di antara kalangan sahabat Rasulullahr pada apa yang mereka kerjakan".
posted by abuabid @ 4:58 PM   0 comments

"HAK CIPTA HANYA MILIK ALLOH,SILAHKAN MENGCOPY

Thursday, April 03, 2008
KAJIAN ILMIYYAH ISLAMIYYAH
Bersama : al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat (dari jakarta) yang insya Alloh diadakan di :



1.Di Masjid Takhobar ( Telkom ) Jln. Ketintang 156 Surabaya


Hari / Tgl : Sabtu . 05 April 2008 Pukul : 09.00 s/d selesai Materi : Aqidah Yang Haq & Yang Bathil


Contact Person : Akh. Abu Nurzaki (031 ) 70609900



2. Musholla DARUSSALAM. Jl. Ampel Sawahan Gg. II , Surabaya Hari/ Tgl : Sabtu, 5 April 2008 Waktu : Ba'da Maghrib - Selesai. Materi : " KRITERIA AHLI SUNNAH WAL JAMA'AH "


Penyelenggara : Ta'mir Musholla Darussalam.



3.MASJID BAITURRAHMAN. Jl. Sidosermo Indah III / 13 , Surabaya Hari / Tgl : Ahad, 6 April 2008 Waktu : 09.00 WIB - Selesai Materi : " KEWAJIBAN KEMBALI KEPADA SUNNAH "


contact person : - al-Akh Afghani : 08175225610 - al-Akh Yudiono : 085648339721 atau 0318471548 - al-Akh Iwan Minanda : 03171027896



UNTUK UMUM, IKHWAN dan AKHWAT
posted by abuabid @ 6:28 PM   0 comments

"HAK CIPTA HANYA MILIK ALLOH,SILAHKAN MENGCOPY

Saturday, March 29, 2008
FITNAH TERHADAP SYAIKHUL ISLAM IBN TAIMIYAH
Penulis: Abu Aqil As-Salafy


Disebutkan dalam buku karangan Sirajuddin Abbas bahwa satu dari sekian banyak tuduhan yang diarahkan kepada Syeikh Islam Ibn Taimiyah adalah apa yang dituliskan oleh Ibnu Bathuthah dalam karyanya “Rihlah”, Ibnu Bathuthah mengatakan


“Aku masuk Ba’labak siang hari, lalu aku keluar darinya pada pagi hari, karena sangat rinduku terhadap kota Damsyik. Dan aku sampai ke kota Damsyik, Syam, pada hari Kamis, 9 Ramadhan yang berbarakah tahun 726 H. Aku pun singgah disana, di Madrasah al Malikiyah yang dikenal asy Syarabisyiyah.


Di Damsyik, salah seorang ulama fikih terkemuka dari kalangan madzhab Hanbali adalah Taqiyuddin bin Taimiyah, sesepuh Syam, ia berbicara mengenai cabang-cabang ilmu (funun).


Lalu aku mendatanginya (Ibnu Taimiyyah) pada hari Jum’at, saat ia berada di atas mimbar Masjid Jami’ sedang menasehati kaum muslimin dan mengingatkan mereka. Adapun dari sekian perkataannya, ia (Ibnu Taimiyyah) berkata,


‘Sesungguhnya Allah turun ke langit dunia seperti turunku ini’, lalu ia turun satu tangga dari mimbar. Maka seorang ahli fikih bermadzhab Maliki yang dikenal dengan nama Ibnu az Zahra menentangnya”


Bantahan terhadap kisah di atas



Pada Kitab Syarah Qashiidah Ibnul Qayyim (Juz 1, hal. 497) dikatakan,


Kebohongannya sudah tampak jelas, tidak memerlukan lagi berpanjang ulasan. Dan Allah-lah Yang Maha Penghitung kebohongan pendusta ini. Dia (Ibnu Bathuthah) menyebutkan dia masuk ke Damsyik 9 Ramadhan 726 H, padahal Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ketika itu sudah ditahan di benteng (al Qal’ah) sebagaimana yang disebutkan oleh para ulama terpercaya, seperti murid beliau sendiri, al Hafizh Muhammad bin Ahmad bin ‘Abdul Hadi dan al Hafizh Abil Faraj ‘Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab dalam kitab Thabaqat Hanabilah.


Ia berkata mengenai biografi Syaikh (Ibnu Taimiyyah) dalam Thabaqat-nya tersebut,

Syaikh telah ditahan di benteng itu dari bulan Sya’ban tahun 726 H sampai Dzulqa’dah tahun 728 H’.

Ibnu ‘Abdul Hadi menambahkan



‘Ia (Ibnu Taimiyyah) memasuki (tahanan) di benteng itu pada 6 Sya’ban’
Maka lihatlah pendusta ini (Ibnu Bathuthah) yang menyebutkan bahwa dia telah menyaksikan Ibnu Taimiyyah sedang memberi nasihat kepada kaum muslimin di atas mimbar mesjid jami’. Padahal Syaikh (Ibnu Taimiyyah) rahimahullah setelah masuk ke benteng (tahanan) tersebut pada tanggal tersebut pula, maka beliau tidak pernah keluar darinya kecuali di atas kereta jenazah (pada hari wafatnya, Dzulqa’dah 728 H)”
posted by abuabid @ 1:09 AM   0 comments

"HAK CIPTA HANYA MILIK ALLOH,SILAHKAN MENGCOPY

PANDANGAN ULAMA SALAF TTG TAREKAT
Kita ambil terus dari koleksi Fatwa Syaikhul Islam dan Imam Ibn Taymiya Taqiyuddin bin Ahmad alHarani dalam Majmu' Fatawa lil Syaikhul Islam Jld 11 bermula dari ms 16. Juga dari kitabnya alUbudiyah, bermula dari ms 90. Dari Syaikhul Islam ini, murid-muridnya spt Ibn Qayyim dan akhirnya pengikut-pengikut beliau spt yg anda senaraikan spt alMuhaddith AlAlbani dan allamah alMufti Syaikh Ben Baz, Syaikh Saleh alUthaymeen, dsbnya semuanya bersumberkan Syaikhul Islam Ibn taymiya.


Fatwa Syaikhul Islam tentang Tasawwuf. Kalimah Sufi dan Tasawwuf ini asalnya tiada dalam vocabulary Islam. Ada macam-macam makna, yg paling kuat tasawwuf berasal dari pakaian kaum sufi, "SUFF" yg berasal dari bulu kambing yg menyamai pakaian kependitaan dan kerahiban dalam ajaran Nasara. Yang rajih maksud tasawwuf aliran sufi ini tidak dikenali pada lingkungan 300 tahun pertama generasi salaf assoleh.


Aliran tasawwuf pertama kali muncul di Basrah oleh murid alImam Hasan alBasri bernama Abd Wahid bin Zaid (alFatawa, Jld 11, ms 6-7) Jadi maksud asal tasawwuf ialah sikap zuhud, kuat beribadah, tazkiyah nafsu (menyucikan jiwa), sidiq, amanah dan ikhlas. Makam mereka ialah bila dapat merasakan nilai emas dan permata itu menyamai batu dan pasir (alFatawa: 11/16)


Selepas itu imej tasawwuf tercemar bila ahli bid'ah dan zindiq menyerapinya spt alHallaj yg membawa ajaran2 yg anih, bid'ah dan khurafat. Tariqat.


dari segi bahasa ia bermaksud "jalan". Kumpulan-kumpulan sufi atau aliran tasawwuf itu mencipta jalan2 tersendiri dalam mengamalkan ajaran tasawwuf yg berbedza dgn firqah (kumpulan) sufi yg lain, misalnya Qadiri, Naqsyabandi, Tijani, Alawiyin, ahmadiah, dsbnya. Sebab itu kumpulan sufi itu dikenali dgn nama Tariqat, misalnya ajaran sufi naqsyabandi dikenali dgn nama tariqat Naqsyabandi, sempena syaikh pengasasnya. Syaikh Tariqat ini kerjanya membuat rumusan-rumusan dan manhaj2 yg berbedza dgn kumpulan yg lain. (Fatawa Syaikh Saleh alUthaymeen, Haqiqat atTasawwuf wa Mawqif asSuufiyah min Usyul alIbadah wadDeen)


Rumusan: 1. Tasawwuf maksudnya pada asal kemunculannya di Basrah adalah baik bermaksud penyucian hati dan kezuhudan, kemudian diserapi ajaran sesat dan bid'ah yg menjadikan ia tercemar dan berkecamuk hingga sukar menentukan mana yg benar dan salah 2. Tariqat pula ialah jalan-jalan kesufian yg dicipta oleh pengasas2 ajaran sufi itu utk membedzakan dia dari ajaran sufi yg lain. sekian
posted by abuabid @ 12:52 AM   0 comments

"HAK CIPTA HANYA MILIK ALLOH,SILAHKAN MENGCOPY

Monday, March 17, 2008
AKU PUN DITUDUH WAHABI…
Penulis : Ummu Abdullah Al-Butoni *)
*) ini adalah sebuah pengalaman pribadi penulis dalam perjalanan menempuh kebenaran, dan saya mengenalnya dari room chat di Yahoo (buldozer)
http://buldozer.wordpress.com/

Seiring dengan perjalanan kedewasaan menuju proses pematangan diri, terlebih lagi pemikiran, gairah untuk mencai ilmu yang shahih, lebih mengenal agama Islam dari sumber-sumbernya yang asli, menjadi semakin tinggi. Perkenalan tanpa sengaja dengan manhaj salaf nyaris seolah mencuci otak, memutarbalikkan pemahaman hingga apa yang tersisa dari pemahaman terdahulu nyaris menjadi tanpa arti

Sebenarnya bukanlah hal yang aneh, jika gairah itu kemudian timbul. Ketidakmampuan diri dalam mengelola dan memecahkan persoalan hidup secara memuaskan membuat agama yang semula menjadi pelarian untuk menenangkan diri, justru terbukti menjadi sumber mata air jernih pelepas dahaga. Itulah solusinya, pemahaman yang benar untuk menuju keseimbangan hidup sebagaimana manusia diciptakan diatas fitrahnya.

Satu hal yang menjadi konsekuensi dari proses ini adalah sebuah perubahan nyata. Perubahan yang sangat mungkin – bahkan terbukti – banyak menyelisihi kebiasaan yang berlaku di tengah-tengah masyarakat. Meskipun perbedaan itu dalam tahap tertentu masih dapat ditoleransi, namun pada saat-saat lain ada hal-hal prinsipil yang membuat gerah dan menimbulkan keinginan kuat untuk merubahnya

Perbincangan dengan seorang sahabat seputar persoalan kehidupan beragama menimbulkan sebuah komentar yang mengejutkan, "Dasar Wahabi!" Meskipun kata-kata itu diucapkan dengan nada bercanda namun pernyataan itu membekas dalam hati. Benarkah aku seorang Wahabi?

Sejauh ini pengenalan akan seorang Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab – dimana orang-orang yang mengikutinya dinisbatkan kepada namanya menjadi Wahabi – teramat sangat minim. Proses pembelajaran yang selama ini dilalui dan yang pemikirannya banyak mempengaruhi dan merubah alur berpikir, yang mendorong untuk terus mempelajari agama ini dari sumbernya yang asli, Al Qur’an dan As Sunnah menurut pemahaman para sahabat, adalah seorang tokoh besar Ibnu Qayyim al Jauziyah, salah seorang murid terbaik ulama sekaliber Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dan bukannya Syaikh Muhammad bin Abdul wahab.

Lalu apakah karena alur pemikiran yang sejalan, orang juga akan mengatakan bahwa Ibnu Qayyim dan gurunya Ibnu Taimiyah – yang hidup jauh sebelum syaikh Muhammad bin Abdul Wahab – adalah pengikut Wahabi?

Baru kemudian teringat perbincangan dengan seorang teman yang lain, dan memang itulah yang dituduhkan kepada Ibnu Taimiyah, bahwa beliau ada seorang wahabi!

Sungguh aneh, bahkan sangat lucu. – jika tidak ingin dikatakan bodoh - Ibnu Taimiyah yang lahir tahun 661 H – 728 H dituduh sebagai wahabi, dengan kata lain sebagai pengikut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab yang lahir jauh sesudahnya yaitu pada tahun 1115 H?.Siapa yang mengikuti dan siapa yang diikuti? Dengan menggunakan logika berpikir yang paling sederhana pun tuduhan itu akan terlihat sangat menggelikan!

Terlepas dari perdebatan seputar siapa mengikuti siapa, ada rasa penasaran yang mendorong untuk mencari tahu lebih lanjut, siapa sebenarnya seorang Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Para ulama berkata, kenalilah seseorang melalui tulisannya. Dan itulah yang saya lakukan, mulai mencari tulisan-tulisan beliau, mencari tahu dimana letak momok menakutkan yang membuat orang begitu alergi terhadap beliau.

Adalah Kitab Tahuid, sebuah karya monumental beliau, dan kemudian disyarah oleh Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alu Asy-Syaikh, kitab Tiga Landasan Utama yang disyarah oleh Syaikh Utsaimin, serta Menyingkap Argumen Penyimpangan Tauhid, yang seluruhnya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Komentar… ? Subhanallah!

Jika tuduhan wahabi dilekatkan kepada mereka yang membenci pengangungan kuburan, termasuk kuburan orang-orang shalih, maka aku adalah seorang wahabi!

Jika label wahabi dilekatkan kepada mereka yang berdakwah untuk memurnikan tauhid, seperti firman Allah : "Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun" (QS Al Mu’minuun : 59), maka aku adalah seorang wahabi!

Jika istilah wahabi disandarkan kepada mereka yang mengharamkan berdo’a kepada selain Allah mengikuti firmanNya : "Dan janganlah kamu berdo’a kepada selain Allah, yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim." (QS Yunus : 106) , maka aku ada seorang wahabi!

Jika seorang wahabi adalah mereka yang selalu berusaha menjauhkan segala macam kesyirikan sebagaimana firman Allah , "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." (QS An Nisa : 48), maka aku adalah seorang wahabi!

Jika sebutan wahabi dinisbatkan kepada mereka yang percaya bahwa Nabi Muhammad SAW tidak dapat memberikan syafaat melainkan dengan seizin Allah SWT sebagaimana firmanNya, "Katakanlah: (hai Muhmmad) "Hanya kepunyaan Allah lah syafaat itu semuanya.." (QS Az Zumar : 44) dan firmanNya : ," Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya." (QS Al Baqarah : 255), ataupun firmanNy, "Dan tiadalah berguna syafa’at di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafa’at itu.." (QS Saba : 23), maka aku adalah seorang wahabi!

Jika tuduhan wahabi dilontarkan kepada mereka yang mengharamkan segala jenis pengagungan atau keberkahan benda-benda dan tempat-tempat keramat, jimat, guna-guna termasuk segala ritual yang terkait dengannya, maka aku adalah seorang wahabi!

Jika tudingan wahabi ditujukan kepada mereka yang berusaha mengenal Allah, agama Islam dan Nabi Muhammad SAW dengan lebih baik dan mendalam seprti yang dituliskan dalam kitab Utsuluts Tsalasah (3 Landasan Utama), maka aku adalah seorang wahabi!

Dan masih ada banyak jika semisalnya yang dinisbatkan kepada mereka yang dianggap wahabi, yang secara menyeluruh berupaya memurnikan kalimat tauhid laa ilaaha illallah beserta segala aspek yang terkait dengannya berikut konsekuensinya, maka alhamdulillah, saksikanlah aku telah menjadi seorang wahabi!

Sungguh yang perlu dipertanyakan kepada mereka yang berpandangan "miring" dan cenderung meremehkan ketika memberi cap kepada seseorang sebagai wahabi, manakala semua jika diatas dikumpulkan dan dipertanyakan kepada diri masing-masing, kalimat apakah yang akan tertera mengikuti kata maka sebagai konsekuensinya? Karena menolak semua jika diatas maka keimanan akan persaksian terhadap kalimat tauhid yang selalu diulang dalam setiap shalat, perlu dipertanyakan.

Bahkan sesungguhnya bukanlah yang memecah belah ummat ini dakwah untuk menegakkan tauhid - sebagaimana inti dakwah para nabi -melainkan dakwah lemah lembut yang membiarkan agama ini bercampur dengan segala kemusyrikan, adat istiadat, kepercayaan, bid’ah dan khurafat dengan dalih menghindari perpecahan ummat.

Wallahu a’lam
posted by abuabid @ 4:57 PM   0 comments

"HAK CIPTA HANYA MILIK ALLOH,SILAHKAN MENGCOPY

Friday, February 22, 2008
JIHAD DENGAN ILMU
Imam Ibnu Qoyyim mengatakan: Tegaknya agama itu dengan ilmu dan jihad.oleh karena itu jihad ada dua macam:

Pertama:Jihad dengan tangan dan lisan,jihad dengan ini banyak yang mampu berpartisipasi.

Kedua:Jihad dengan hujah dan ilmu,jihad ini khusus karena hanya orang-orang yang berilmu yang mampu melakukannya,jihad jenis ini merupakan jihad yang paling utama,karena besarnya manfaat ,kerasnya tantangan dan banyak musuhnya.

Alloh berfirman: Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir,dan berjihadlah terhadap mereka dengan al-Quran dengan jihad yang besar al-Furqon 25:52

Dan sudah dimaklumi bahwa jihad kepada orang munafiq adalah dengan hujah dan al-Quran miftah daar sa'adahIbnul Qoyyim 1/70.
posted by abuabid @ 3:59 PM   0 comments

"HAK CIPTA HANYA MILIK ALLOH,SILAHKAN MENGCOPY

JIHAD KECIL?!
Kita kembali dari jihad yang kecil menuju jihad yang besar

Mungkar Hadits ini sangat populer sekali dan sering disampekan para da'i,namun tidak shohih.

Al-Hafizh al-Iroqi berkata:"sanadnya lemah"takhrij Ihya' 2/6

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata:"Hadits ini diriwayatkan dari jalan Isa bin Ibrohim dan yahya Laits bin Abu sulaim,pada hal seluruhnya adalah orang-orang yang lemah".Tahkrij al-Kasyaf 4/1140/33

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata:"Hadits ini sangat masyur dan banyak beredar padahal itu hanya perkataan ibrohim bin Abu ablah,seorang tabi'in dari Syam yang diriwayatkan oleh Nasa'i dalam al-kunna Ad-Durar as-Suyuth

Syaikhul ISlam Ibnu Taimiyah berkata: Hadits ini tidak ada asalnya,tidak ada seorang ahli haditspun yang meriwayatkannya.Jihad melawan orang kafir merupakan amalan ketaatan yang paling utama bagi manusiaMajmu' fatawa

Matan Hadits ini yang perlu ditinjau ulang,karena bagaimana jihad melawan orang kafir yang merupakan amalan yang sangat utama dalam islam disebut jihad yang sangat kecil,pada hal betapa banyak ayat dan Hadits yang menganjurkannya.
posted by abuabid @ 3:55 PM   0 comments

"HAK CIPTA HANYA MILIK ALLOH,SILAHKAN MENGCOPY

Friday, February 15, 2008
THOLA'AL BADRU 'ALAINA
Senandung Penduduk Kota Madinah Saat Menyambut Kedatangan Rosululloh

Telah muncul Purnama Kepada Kita


Dari Daerah Tsaniyatul Wada'

Wajiblah bagi Kita Untuk Bersyukur


Selagi masih Ada Orang Yang Berdo'a Kepada Alloh

Wahai Orang Yang Diutus Kepada Kami

Engkau Telah Datang Dengan PErkara Yang DiTaati




Senandung syair yang sangat populer dinegri ini,bahkan kalau tidak bisa membawakan syair ini belm bisa dikatakan seorang santri,kurang lebihnya seperi itu.


kapan munculnya syair yang sangat ppuler ini?kisah ini muncul ketika penduduk kota madinahmenyambut kedatangan Rosululloh dan abu bakr yang melakukan perjalanan yang melelahkan ditengah intaian kaum Quraisy,MAka akhirnya Alooh menyelamatkan sampai kekota Madinah.


Disisi kisah yang lain penduduk kota Madinah dari kaum laki-laki,wanita dan anak-anak setiap harinya keluar rumah menuju pingiran kota untukmenunggu beliau,sehingga suatu ketika dari kejauhan nampak debu-debu berterbangan yang semakin lama semakin dekat,alangkah bahagianya mereka tatkala mengetahui yang datang adalah Rosululloh,sosok agung yang mereka tunggu-tunggu lalu mereka menyenandungkan bait syair diatas.



Tidak ada seorangpun yang tak mengenal kisah ini,semua kitab sejarah menceritakan kedatangan Rosululloh kekota Madinah,bahkan senandung syair ini sudah menjadi bahan nyanyian sebagian kaum muslimin.



Dalam syair diatas dikatakan Rosululloh datang lewat dari daerahTsaniyatul Wada' dari ini saja sudah ada kesalahan, Tsaniyatul Wada'adalah sebuah daerah yang berada disebelah utara kota madinah,sedangkan Makkah berada disebelah selatan kota MAdinah,dan orang makkah yang akan menuju kota Madinah tidak akan pernah melewati daerah Tsaniyatul Wada'


Sebagian perowi salah tatkala meriwayatkan kisah ini terjadi saat kedatangan beliau dari Makkah ke Madinah,ini adalah kesalahan yang nyata karena daerah Tsaniyatul Wada"berada diarah Syam,Daerah ini tidak akan pernah dilalui oleh orang yang datang dari Makkah kemadinah,Dan tidak akan dilewati kecuali oleh orangyang berangkat dari Madinah menuju Syam,Inilah yang diisyaratkan oleh Imam Ibnul qoyyim dalam Zadul Ma'ad


InsyAlloh....bersambung
posted by abuabid @ 4:00 PM   0 comments

"HAK CIPTA HANYA MILIK ALLOH,SILAHKAN MENGCOPY

Wednesday, January 30, 2008
HABIS BERKUMPUL DENGAN ISTRI KOK MENURUNKAN JENAZAH!
Mungkin sudah tak terhitung,saat kita ikut mengantarkan jenazah sampai ketempat pemakaman,dan dari pengalaman anna (saya) saat prosesi penurunan jenazah keliang lahat kubur sering dilupakan,Siapa yang tak boleh atau tak berhak masuk keliang kubur untuk menurunkan jenazah dan menguburkannya.


Jangan karena merasa masih kerabat atau keluarga dengan sang jenazah,kita melupakan rambu-rambu,siapa yang tak boleh turun keliang kubur dan mengubur jenazah.


Saudaraku jangan anda sekali-kali masuk keliang kubur,untuk menurunkan jenazah dan menguburkannya,bila anda telah berkumpul dengan istri anda ( berhubungan badan).
Apakah ini ada dasarnya?


Dari Anas berkata: kami mengantarkan jenazah putri Rosululloh ketia dikuburkan,Saat itu Rosululloh duduk dipekuburan,aku melihat matanya mengeluarkan air mata,lalu Beliau Bersabda:Apakah diantara kalian ada yang tidak berkumpul dengan istrinya malam ini?Lalu Abu Tholhah berkata:"saya"Rosululloh bersabda:turunlah kekuburnya,lalu dia turun dan menguburnya. (HR.bukhori 3/122,162)


Dalam Hadits lain Rosululloh bersabda: seseorang yang mengumpuli istrinya dimalam ini tidak boleh masuk keliang kubur (HR.Ahmad 3/229-270)


Dengan dalil-dalil diatas masihkah kita selonang-selonong disaat pemakaman???
posted by abuabid @ 3:54 PM   0 comments

"HAK CIPTA HANYA MILIK ALLOH,SILAHKAN MENGCOPY

.

ADMIN

Name: abu abid mustakim
Location: Ds Pong-Pongan II,Merak Urak,Tuban, Jawa Timur, Indonesia

POSTING

ARSIF

MUTIARA HADITS


dari hadits Anas Radhiyallahu 'anhu ia berkata :
Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam bersabda
Benar-benar suatu kaum dari umatku
akan ditolak dari telaga sebagaimana unta asing ditolak
(dari kerumunan unta)”, maka aku berkata :
Ya Allah itu adalah umatku”, maka dikatakan :
Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan sepeninggalmu
Maka demikianlah kesudahan akhir ahli bid’ah baik pada masa lampau atau masa sekarang
(Semoga Allah melindungi kita dari akhir kematiaan buruk seperti mereka).

INFO TEMPEL

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh, Mengundang saudara muslim-muslimat untuk menghadiri kajian rutin di Tuban,insyaallah diselenggarakan setiap, 1. Hari rabu,pkl. 18.30 /ba'da maghrib * Pembahasan Bahasa Arab * Pembahasan Kitab Tauhid Fathul Majid syarah Abdurrahman Alusyeikh Di wisma dr.Tita ,jl. panglima sudirman ,kingking,tbn 2. Hari kamis,ba'da subuh / kultum subuh Di Masjid Darussalam,jl.Veteran ,depan gardu papak, pertigaan jl.kembar alon2,tbn 3. Hari jum'at,ba'da maghrib * Pembahasan Kitab Hadist Arbain An Nawawi syarah Ibnu Rojab Alhambali Di Masjid Baiturrahman,gedong ombo, belakang PDS/pasar kambing,tbn Pembimbing oleh Ustd.Masrukin Sahal,pengasuh pondok Al Mansyur kediri Demikian atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokaatuh